5 Tips Atasi Stres Karena Pekerjaan

stress dunia kerja

Sedang dalam fase stres kerja? Lakukan 5 tips ini supaya terhindar dari stres karena pekerjaan. Bagi para pekerja, tekanan dalam bekerja adalah hal yang selalu dihadapi setiap saat. Mulai dari beban pekerjaan, tekanan dari atasan, hingga gangguan dari rekan kerja. Bahkan hal-hal yang kecil semisal lupa meletakkan dokumen kerja pun akan membuat kita ke arah stres. Sesekali stres tentu hal yang wajar, tetapi bila telah terus menerus dan membuat hidupmu tidak bahagia, kamu butuh membaca artikel ini dengan baik dan cermat. Stres kerja dapat melanda siapa saja di perusahaan. Dari level rendah hingga level tertinggi dalam sebuah perusahaan. Sering kali kita merasa betapa enaknya memiliki posisi sebagai pimpinan perusahaan, semisal menjadi direktur. Ternyata tekanan pekerjaan seorang direktur sangatlah berat. Secara fisik mereka terlihat santai. Tetapi kita tidak pernah tahu beban pikiran yang sedang mereka hadapi. Seperti: Tekanan pemilik saham. Kerugian perusahaan. Pencapaian target perusahaan yang tidak tercapai. Pusing menghadapi pegawai-pegawai yang kurang produktif. Berikut adalah tips 5 hal yang bisa dilakukan supaya terhindar dari stres pekerjaan: Bersyukur Langkah pertama supaya terhindar dari stres kerja ialah dengan bersyukur. Bersyukur merupakan bentuk pengakuan setulusnya dari diri kita bahwa pekerjaan ini merupakan anugerah. Sesuatu yang kita miliki dan pertahankan karena banyak sekali di luar sana orang-orang yang tidak bekerja atau belum mendapat pekerjaan. Hal ini perlu kita tanamkan dan ingat ketika stres kerja melanda. Bersyukur akan memberikan kita motivasi lebih untuk menghadapi beban dan stres kerja, serta dapat me-release tekanan yang ada dalam kiri kita. Ketahui Penyebab Stres dan Cari Solusinya Buatlah semacam catatan supaya kamu bisa menumpahkan semua tekanan. Tulislah semua permasalahan yang ada di pikiran kamu di dalamnya. Kemudian, dari catatan tersebut kamu bisa mengetahui penyebab utama stres kamu selama ini. Misalnya kamu selalu stres bila harus mempresentasikan pekerjaan kamu dalam meeting besar dengan senior manajemen. Nah hal ini butuh kamu catat dengan baik, apa yang membuat kamu stres dan tertekan. Apakah karena kamu memang tidak terbiasa berbicara didepan umum? Jika iya maka solusinya adalah kamu harus meningkatkan kemampuan presentasi dengan mengikuti pelatihan. Atau apakah karena kamu khawatir dengan respon dari senior manajemen atas presentasimu? Jika iya maka kamu perlu mengusahakan mengenali para senior manajemen. Serta menjaga hubungan yang baik dengan mereka. Hal itu supaya saat kamu mempresentasikan pekerjaanmu bisa berjalan lebih lancar dan kamu bisa mengendalikan mereka. Memiliki Komitmen Beberapa stres kerja sebenarnya berawal dari kita yang kurang memiliki komitmen. Oleh karenanya, langkah mendasar untuk mengurangi stres kerja adalah memiliki komitmen dalam bekerja. Sederhananya bekerja lah sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangan yang dimiliki. Cuti dan Berlibur Seandainya stres kerja telah sangat tinggi, sebaiknya kamu butuh waktu untuk keluar dari rutinitas tersebut. Bisa dengan mengambil cuti panjang dan berlibur. Beberapa perusahaan mewajibkan pegawainya untuk mengambil cuti panjang dan memberikan tunjangan saat cuti. Hal itu dilakukan supaya mereka bisa keluar dari kejenuhan, rutinitas kantor dan stres kerja dengan berlibur. Adapun harapan dari perusahaan adalah pegawainya dapat kembali dengan lebih bahagia dan segar supaya dapat lebih produktif dan efektif dalam bekerja. Berbagi Masalah Hal ini merupakan jalan terakhir yang dapat kamu lakukan,…

8 Kesalahan Fresh Graduate Dalam Interview Kerja

kesalahan

Kali ini kita akan membahas 8 kesalahan fresh graduate dalam melakukan interview kerja. Banyak para fresh graduate yang tidak mempersiapkan diri kala menghadapi interview, padahal interview merupakan salah satu proses yang paling penting untuk dilalui pencari kerja. Oleh karena itu, kami sudah merangkum 8 kesalahan yang sering dilakukan fresh graduate dalam menghadapi wawancara kerja. 1. Tidak melakukan research Melakukan research merupakan hal yang sangat penting. Karena kita sebagai pelamar harus tahu hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan. Misalnya culture kerjanya seperti apa, range gaji berapa, perusahaan tersebut sedang mencari karyawan yang bagaimana dan sebagainya. Ketika kita tidak melakukan research berarti kita mempersiapkan untuk gagal dalam interview kerja. 2. Datang Terlambat Datang terlambat ketika wawancara kerja bisa menjadi kesalahan yang fatal. Pertama, pewawancara akan terganggu dalam menjadwalkan interview ulang karena harus menunggu kehadiran kita. Yang kedua, dapat menyebabkan kerepotan dalam menyusun antrian dengan peserta yang lain. Hal ini dapat menyebabkan proses interview menjadi molor dan tidak efektif. Selain itu, dengan kita datang terlambat dan tergesa-gesa masuk ke ruangan akan membuat kita tidak rileks dan dapat membuyarkan jawaban-jawaban yang sudah dipersiapkan sebelumnya. 3. Tidak menjadi diri sendiri Terkadang di dalam interview, entah dengan sadar atau tidak, kita suka membagus-baguskan diri kita. Padahal hal ini sangat dilarang dalam interview dan sebaiknya dihindari. Jadilah diri sendiri seperti apa yang telah kita tulis di curriculum vitae. Pewawancara akan dengan mudah mengetahui apabila kita terlalu melebihkan diri.  4. Grogi dan tidak percaya diri Gugup, grogi dan tidak percara diri dapat mempengaruhi kualitas interview kerja kita. Oleh karena itu, sebaiknya kita melatih diri untuk mengontrol emosi dan grogi. Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa grogi dan tidak percara diri merupakan hal yang wajar terjadi. Pun hal ini juga akan terjadi kepada pelamar lain. Oleh sebab itu, berlatih mengontrol rasa gugup ini merupakan sebuah keharusan. Beberapa tips mudah untuk mengatasi rasa grogi ini antara lain dengan berlatih mengatur nafas, tersenyum dan merubah postur ketika duduk menjadi lebih tegap.   5. Hindari sikap arogan Sikap arogan merupakan sikap yang sombong atau congkak dan disertai dengan sikap sedikit memaksakan kehendak kepada orang lain. Sikap seperti ini sangat tidak disukai HRD perusahaan. Hindari sikap seperti ini dan jadilah lebih down to earth. 6. Menanyakan Gaji Gaji merupakan hal penting dalam wawancara kerja. Mungkin saja kita sudah membaca beberapa tips mengenai negosisai gaji ketika interview. Namun bila kita masih fresh graduate, sebaiknya kita tidak menanyakan terlebih dahulu besaran gaji. Biasanya perusahaan sudah menetapkan range gaji tertentu bagi fresh graduate. Jadi seharusnya kita sudah research agar tahu lebih dahulu kisaran gaji perusahaan tersebut. Apabila nanti pewawancara membahas gaji terlebih dahulu, barulah kita bisa mencoba negosisasi.  7. Menanyakan Cuti Terkadang pelamar fresh graduate menanyakan mengenai cuti kerja. Sebagian HR menganggap hal ini melewati batas. Kenapa? Karena kita belum diterima di perusahaan tersebut tapi sudah menanyakan tentang cuti. Hal ini dapat memberikan kesan bahwa pelamar memiliki potensi untuk sering bolos kerja. Sebagai pencari kerja, seharusnya sudah tahu bahwa menurut undang-undang, cuti sebanyak 12 hari untuk 1 tahun. Beberapa perusahaan akan berbeda kebijakan tapi tidak akan jauh dari range…

Beberapa Jenis Wawancara Kerja Yang Perlu Diketahui

wawancara kerja

Interview atau wawancara kerja adalah merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui setiap pencari kerja. Interview dapat menjadi hal yang membuat cemas, utamanya untuk fresh graduate yang belum begitu berpengalaman dalam tes kerja. Walaupun begitu, pelamar yang telah memiliki pengalaman pun kadang dapat gugup ketika proses interview. Terkadang ada pertanyaan-pertanyaan tidak terduga ketika interview yang dapat menentukan seorang pelamar lolos atau gagal. Sebelum mengetahui apa saja pertanyaan yang biasanya diajukan ketika proses wawancara kerja, ada baiknya kamu mengenal dulu beberapa jenis wawancara kerja. Apa saja jenis-jenis interview tersebut? Berikut beberapa diantaranya. Mari kita simak bersama. 1. Interview Empat Mata Jenis interview seperti ini ialah yang paling sering dilakukan oleh perusahaan. Sifatnya cenderung umum sehingga membuat pelamar kerja merasa mudah lolos dalam seleksi tahap ini. Wawancara jenis ini seringnya dilaksanakan secara ‘one on one’. Satu pewawancara akan menghadapi satu kandidat dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang biasanya cenderung umum. Misalnya pertanyaan mengenai biodata, tempat tinggal, riwayat pendidikan, memiliki interest di bidang apa, hingga pengalaman kerja. Walaupun terlihat tidak sulit, wawancara kerja jenis ini tetap wajib dipelajari tehnik-tehniknya. 2. Interview Panel Wawancara kerja jenis ini seringnya dilaksanakan setelah pelamar kerja lolos tahap interview empat mata. Wawancara jenis ini akan dilakukan dengan format satu kandidat berhadapan dengan beberapa pewawancara sekaligus, biasanya minimal tiga pewawancara. Interview panel acap kali menambah rasa gugup dan cemas pelamar kerja karena biasanya pewawancara berasal dari divisi yang berbeda dan mengajukan pertanyaan yang berbeda juga. Meski berbeda, umumnya jenis pertanyaannya memiliki inti yang sama dimana pelamar kerja dituntut untuk dapat menjawab pertanyaan sekaligus menunjukkan kemampuan dan potensi yang dimiliki dalam membuat perusahaan lebih maju. 3. Interview Langsung dalam Job Fair Ketika terdapat job fair, seringnya dilakukan wawancara secara langsung. Bahasa lainnya walk in interview. Jenis wawancara kerja seperti ini serignya mirip dengan jenis wawancara one on one. Ragam pertanyaannya juga cenderung standar dan tidak melebar ke hal-hal yang lebih dalam karena keterbatasan waktu. 4. Interview Lewat Telepon Selain wawancara yang mengharuskan untuk bertatap muka secara langsung, ada juga wawancara yang bisa dilakukan jarak jauh. Wawancara lewat telepon biasanya dilaksanakan ketika calon kandidat berada di lokasi yang jauh. Proses interview lewat telepon ini tetap jangan dianggap remeh karena perusahaan memiliki penilaian tersendiri lewat cara menjawab pertanyaan ataupun lewat intonasi suara. 5. Interview Lewat Video Call Perkembangan terknologi khususnya dunia internet memungkinkan orang untuk dapat berkomunikasi jarak jauh. Hal ini menyebabkan semakin berkembangnya tehnik interview dalam menyeleksi pelamar kerja terbaik bagi perusahaan. Terlebih dengan adanya pandemi, interview lewat video call semakin intens dilakukan. Pada dasarnya wawancara jenis ini sama dengan tatap muka, namun dilakukan melalui teknologi video call dan dilakukan dari tempat yang berlainan. Karena membutuhkan teknologi, jadi kelancaran koneksi internet harus sangat diperhatikan supaya tidak menghambat jalannya wawancara. 6. Interview Sambil Makan Siang Meskipun jenis interview yang ini masih belum begitu familiar di Indonesia, namun bukan berarti tidak ada. Interview ini terkesan santai namun lebih berisi. Biasanya dilakukan untuk mencari calon pegawai top level perusahaan yang membutuhkan obrolan-obrolan panjang namun santai. Seringnya, sesi interview seperti ini dilaksanakan bersama beberapa anggota yang lain…